Apa itu kompos?

Kompos atau sering disebut juga pupuk organik merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya.


Bagaimana prinsip pengomposan?

Prinsip pengomposan adalah menurunkan C/N ratio bahan organik hingga sama dengan C/N tanah yaitu <20. Pengomposan atau dekomposisi merupakan peruraian dan pemantapan bahan-bahan organik secara biologi dalam suhu tinggi (termofilik) dengan hasil akhir bahan yang cukup baik untuk digunakan ke tanah tanpa merugikan lingkungan.


Faktor yang mempengaruhi pengomposan?

  1. Semakin rendah nilai C/N ratio bahan, pengomposan semakin cepat.

  2. Semakin kecil ukuran bahan maka luas permukaan yang tersentuh bakteri semakin banyak, pengomposan semakin cepat.

  3. Pengomposan dari beberapa macam bahan akan semakin baik dan cepat.

  4. Semakin banyak jumlah mikroorganisma maka pengomposan semakin cepat.

  5. Kelembaban harus dijaga agar mikroorganisme dapat bekerja secara optimal sekitar 40-60 %, selain itu aerasi juga harus diperhatikan sesuai dengan perlakuan pada kompos (aerobik atau anaerobik).

  6. Suhu juga harus diperhatikan agar mikrobia dapat bekerja optimal, umumnya 30-500 C sehingga perlu dilakukan proses pembalikan.

  7. Keasaman atau pH juga mempengaruhi kinerja bakteri , normalnya berkisar 6,5 – 7,5 (netral).


Bagaimana dengan aktivator?

Proses pengomposan secara alami membutuhkan waktu yang cukup lama, normalnya 2-3 bulan bahkan 6-12 bulan

tergantung bahan yang digunakan. Aktivator dapat membuat proses tersebut dapat dipersingkat menjadi hanya 2-3 minggu saja atau mungkin

1 sampai 1,5 bulan tergantung bahan yang digunakan.

Beberapa aktivator yang tersedia di pasaran antara lain : EM4, Stardec, dan Orgadec.


Apa itu EM4?

EM4 atau disebut juga effective microorganism 4 merupakan larutan aktivator yang berisi sangat banyak mikroorganisme, 5 golongan diantaranya yaitu bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, Streptomyces sp., ragi, dan

Actinomycetes. Kompos yang dihasilkan dengan fermentasi EM4 disebut dengan “Bokashi”.


Apa itu Stardec?

Stardec adalah aktivator berupa mikrobia yang berperan dalam peruraian atau dekomposisi limbah organik hingga dapat menjadi kompos. Mikrobia di dalam aktivator Stardec antara lain mikrobia lignolitik, mikrobia seulolitik, mikrobia proteolitik, mikrobia lipolitik, mikrobia aminolitik, dan mikrobia fiksasi nitrogen nonsimbiotik. Kondisi bakteri di dalam Stardec bisa tetap stabil hingga 5 tahun setelah membuka kemasan dengan cara menutupnya kembali dan menyimpan di tempat yang kering, terhindar dari sinar matahari dan tidak lembab.


Apa itu Orgadec?

Orgadec merupakan aktivator berupa mikrobia yang memiliki sifat menghancurkan bahan organik dalam waktu yang singkat dan bersifat antagonis terhadap beberapa penyakit akar. Beberapa mikrobia yang mempunyai kemampuan tersebut yaitu Trichoderma pseudokoningii dan Cytophaga sp. , Kedua mikrobia ini mengeluarkan enzim penghancur lignin dan selulosa secara bersamaan. Kedua mikrobia ini dapat bekerja pada suhu yang tinggi (termofilik) yaitu sekitar 80%. Proses pengomposan dengan Orgadec terjadi secara aerob, produk dikemas dalam bentuk serbuk dan dapat bertahan 12 bulan. Proses pengomposan terjadi 14-21 hari tergantung volume bahan dan kondisi pengomposan. Efektif digunakan dengan bahan utama tandan kosong kelapa sawit (TKKS)


KESIMPULAN

Ketiga aktivator memiliki kelebihan dengan sifatnya masing masing. Semuanya baik dan dapat mempercepat proses pengomposan serta mendapatkan hasil yang lebih memuaskan , jadi kita boleh memilih metode penggunaan aktivator sesuai keinginan kita dengan tetap memperhatikan fasilitas yang kita miliki. Untuk pemula pengguna aktivator sebaiknya memulai dengan metode EM4 karena cukup mudah dilakukan dan dapat efektif dilakukan pada skala pembuatan kompos yang tidak begitu besar.


Materi pembahasan terkait artikel ini dapat didownload pada file berikut