Tari-tarian

Berbicara mengenai pariwisata, tidak selalu mengenai pantai, gunung, air terjun atau keindahan alam lainnya. Pariwisata juga meliputi kesenian yang ada pada suatu wilayah yang menjadikannya sebagai daya tarik bagi masyarakat di luar wilayah tersebut. Ragam kesenian yang ada di Desa Banyusari didominasi oleh tarian jawa tradisional. Tari-tarian ini biasanya diundang untuk tampil ketika ada acara-acara tertentu di Desa Banyusari.


TARI SORENG

Tari Soreng merupakan kesenian asli masyarakat Jawa yang ceritanya bersumber dari cerita rakyat. Tari ini mengambil cerita Arya Penangsang dari Kadipaten Jipang Panolan yang menggambarkan kegagahan dan keterampilan prajurit berlatih perang mempersiapkan kekuatan untuk melawan Kerajaan Pajang.

Topeng Ireng

Topeng Ireng juga dikenal sebagai kesenian Dayakan. Daya tarik utama yang dimiliki oleh kesenian Topeng Ireng tentu saja terletak pada kostum para penarinya. Hiasan bulu warna-warni serupa mahkota kepala suku Indian menghiasi kepala setiap penari. Senada dengan mahkota bulunya, riasan wajah para penari dan pakaian para penari juga seperti suku Indian. Berumbai-rumbai dan penuh dengan warna-warna ceria. Sedangkan kostum bagian bawah seperti pakaian suku Dayak, rok yang berumbai-rumbai.

Warok

Tarian ini mengadopsi tari Warok pada Kesenian Reog Ponorogo. Warok mengisahkan sosok orang yang mempunyai ilmu kanuragan yang sekti mandraguna.Dalam bahasa jawa di terjemahkan duwe ngelmu kang linuwih, yaitu seorang laki-laki gagah bebadan gempal  berkumis dan berberewok yang disegani dan mempunyai banyak murid.